Inilah Sosok Seniman Sekaligus Arsitek Untuk Konsep Ibu Kota Baru Indonesia

Lagi heboh-hebohnya nih. Kalian pasti tau kan jika istana negara di ibu kota yang baru udah rampung? Patung ini dirancang sama slot online Bapak I Nyoman Nuarta alias pembuat patung GWK yang ada di Bali. Cuman sayangnya, patung istana Negara yang baru ini dapet banyak kritikan dari masyarakat online malah diprotes arsitek juga. Hal ini gara-gara patungnya kan berbentuk garuda, nah dianggap nggak cocok gitu lho jika dijadiin istana negara. Nggak cuman patung garuda ini, Bapak I Nyoman Nuarta juga udah banyak ngerancang patung yang tersebar di sebagian kawasan di Indonesia. Yuk, seketika aja kita kepoin bareng.

Sebenernya ada banyak guys patung-patung yang udah diciptakan sama beliau, tapi Mz cuman bahas lima aja yak, sisanya monggo dikepoin sendiri. Yang pertama ada monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Jawa Timur. Yang bikin monumennya nih ikonik banget sebab ada patung seorang perwira TNI Angkatan Laut yang ngebawa pedang. Pakaian yang digunain juga gagah banget nih ialah Pakaian Dinas Upacara (PDU) komplit. Btw, patung yang berdiri di atas monumen ini tingginya mencapai 30,6 meter.

Dibangun pada tahun 1993 oleh Pemimpin Kepala Staf TNI Angkatan Laut Maritim Indonesia yang abis itu dilanjutin sama Laksamana TNI Muhamad Arifin, tapi perlu diinget yang ngerancang siapa? Bapak I Nyoman Nuarta. Monumennya ini juga ngikutin semboyan Angkatan Laut, Jalesveva Jayamahe yang artinya di laut kita berjaya.Ini gagah parah sih, kan tadi patungnya kayak bawa pedang, ini tuh seolah-olah kayak angkatan laut kita siap menantang gelombang dan badai yang ada di lautan, jadi kayak simbol jika angkatan laut siap berjaya. Monumen ini juga dijadiin mercusuar bagi kapal-kapal yang ada di laut sekitarnya.

Patung Arjuna Wijaya di Jakarta
Nah jika yang ini kayak patung kuda di Tuban, Bali. Beneran deh, sebelas duabelas gitu lho. Patung Arjuna Wijaya ini lokasinya di Jakarta, tepatnya di persimpangan jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka. Sama juga nih, yang ngerancang Bapak I Nyoman Nuarta. Patungnya nih ada sebutan yang lain juga ialah Patung Arjuna Wiwaha dan Asta Brata.

Jadi patung-patung yang ada di monumennya ini emang ngikutin alur cerita yang ada di Mahabratha. Dimana Krisna dan Arjuna dari kubu Pandawa lagi naik kereta kuta yang ditarik sama 8 ekor kuda (yang melambangkan 8 filsafat kepemimpinan “Asta Brata”) dan kondisinya lagi genting-gentingnya. Ya iyalah genting, kan mereka lagi perang ngelawan Karna dari kubu Kurawa. Jadi ini situasinya lagi perang gitu lho. Ini umurnya udah tua sih soalnya dibangun pada tahun 1987. Patungnya ini emang diminta untuk diciptakan sama Bapak Soeharto yang dikala itu masih menjabat sebagai presiden, dan pada dikala itu baru aja abis lawatan (mengunjungi negara lain) dari Turki.

Salah Satu Karya I Nyoman Nuarta yang Dirobohkan
Jikalau tepat siang ya gini |Source: / Sebenernya jika bahas patung yang satu ini Mz sedih guys soalnya patungnya udah dirobohkan pada tahun 2010. Patung buatan Bapak I Nyoman Nuarta ini mulanya berdiri di perumahan elit di Medan Satria Kota Bekasi, Jawa Barat yang dibangun pada tanggal 14 Mei 2010. Nah, patungnya ini kan berbentuk tiga wanita, disini dievaluasi sebagai trinitas. Terus banyak juga warga yang protes dan minta patung itu dilengserkan, sampek-sampek nih Walikota Bekasi Mochtar Mohamad ngirimin surat imbauan lewat surat nomor 300/1118-set/V/2010 tertanggal 17 Mei 2010, jadinya pengembang itu diperintah buat ngelengserin sendiri patungnya tapi tepat udah ditunggu sebulan nih, eh patungnya tetep berdiri kokoh di tempat semula.

Patung yang katanya cerminan dari estetika kultur Jawa Barat ini dievaluasi terlalu vulgar, patung tiga wanita itu seolah-olah makek pakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya, jadinya dianggap terlalu seronok gitu. Alhasil, pada tanggal 19 Juni 2010, patung itu dirobohkan paksa oleh sekelompok massa atau umat Islam setempat. Kecuali dianggap terlalu vulgar, patung ini juga nggak ada ijinnya katanya, makanya dengan sebagian alasan hal yang demikian patung ini dirobohkan paksa.

Buat ngebangun patungnya ini udah ngabisin 2,5 milliar, dan itu mahal banget kan. Cuman sebab wujudnya yang seolah-olah melukai umat Islam, kesudahannya patung ini patut berakhir dirobohkan. Tau patung buatannya dirobohin gitu aja, Bapak I Nyoman Nuarta pastinya kecewa. Apalagi dengan uang yang ngak sedikit, beliau juga patut menyumbangkan daya dan pikirannya untuk ngebuat patung yang satu ini. Dan sebagian hari setelahnya, patung Tiga Mojang tadi digantikan sama patung Bambu Runcing yang dievaluasi lebih mempelihatkan nilai perjuangan.

Patung Lembuswana di Kalimantan Timur
Patung Lembuswana yang ada di Pulau Kumala, Kalimantan Timur ini juga dapet banyak protes sama kayak patung Tiga Mojang sebelumnya. Disebutkan Lembuswana ialah satwa mitologi yang dimana pernah menjadi kendaraan raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai tepat 1500 tahun lalu. Malah, Lembuswana dijadiin lambang Kerajaan Kutai hingga Kasultanan Kutai Kartanegara.

Lembuswana ini menyerupai khas sebagian satwa, kayak berbelalai cuman doi bukan gajah, bertaring tapi bukan harimau sama bertaji tapi bukan ayam juga. Kan ada belalainya juga tuh, nah ini juga disimbolkan sebagai Dewa Ganesha atau dewa ilmu pengetahuan. Cuman hal yang diprotes sama orang-orang malah katanya nggak diakui sama pihak Kasultanan Kutai sebab patungnya ini berwarna hitam, membawa gada dan posisinya duduk. Harusnya berwarna emas dan posisinya berdiri gitu. Soalnya yang di jaman dulu warnanya emang emas, dan kenapa posisi duduk itu dianggap kurang tepat sebab dilambangkan sebagai kelambatan atau kemunduran sebuah pemerintahan di Kutai Kartanegara. Walaupun ngabisin tarif yang benar-benar mahal, kesudahannya patung lembuswana yang warnanya hitam tadi diganti dengan yang warnanya emas.

Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali
Terakhir, kita tutup dengan patung Garuda Wisnu Kencana yak. Patung yang dibangun pada tahun 2018 ini juga menelan tarif yang nggak sedikit, sampek milyaran guys! Nggak tanggung-tanggung, Bapak I Nyoman Nuarta perlu puluhan tahun untuk ngebuat patungnya ini. Soalnya beliau nggak berharap gitu lho bikin yang asal-asalan, jadi patut bagus dan terperinci. Btw, patung yang satu ini lokasinya di Ungasan, Kuta Selatan, Jahil.

Jikalau tadi patung Arjuna Wijaya dan Jalasveva Jayamahe diresmiin sama Bapak Soeharto, patung GWK ini diresmiin seketika sama Bapak Joko Widodo pada tanggal 22 September 2018. Patung ini tingginya mencapai 121 meter dan jadi yang tertinggi nomor 3 di dunia. Memang masterpiece parah!

Keren-keren ya, emang cocok banget dah dibilang masterpiece semua nih patung rancangan dan buatan beliau. Untuk patungnya yang diprotes dan dirobohkan paksa nggak hanya dua patung tadi, sebenernya ada yang lain juga. Permasalahannya yang Mz tau sebab ijin dan wujudnya. Mz nggak tau berharap komentar apa guys jika ditanyak anggapan Mz perihal sebagian patung beliau yang dievaluasi kontroversial. Semoga kedepannya nggak gitu lagi deh yak, biar kita semua sama-sama sedap dan saling menghargai. Yaudah, bye!

Leave a Reply

Your email address will not be published.